Jakarta, Tertawa tidak hanya membuat hati senang, tetapi juga bisa mengurangi stres dan membakar kalori. Selain itu, tertawa ternyata juga bisa menular. Maka dari itu diselenggarakanlah kompetisi unik bernama Kejuaraan Tertawa di AS. Kompetisi ini digelar pertama kalinya pada 6 April di San Diego.
Kontes ini diselenggarakan sebagai bagian dari acara konferensi tahunan Association for Applied and Therapeutic Humor di AS. Pertandingannya dilakukan dengan cara masing-masing peserta saling mengadu tawa, lalu penonton akan menentukan siapa yang tawanya paling menular.
"Kami akan mengaudisi orang sampai 10 besar dan kemudian kita mengeliminasinya dengan meminta peserta melakukan tertawa yang berbeda," kata Albert Nerenberg, pembuat film asal Kanada yang menjadi penyelenggara American Laughing Championship seperti dilansir Huffington Post, Selasa (9/4/2013).
Ada banyak variasi tertawa yang bisa dilakukan, seperti tertawa perut, Alabama knee slapper, tertawa gila dan tertawa setan. Opsi yang terakhir ini menurut Nerenberg adalah yang paling menantang karena tujuannya untuk membuat penonton tertawa oleh tawa peserta.
"Ini adalah tertawa solo yang membutuhkan diafragma yang baik. Sedangkan gaya tertawa lain memerlukan orang lain untuk membuat penonton tertawa. Tertawa jahat yang baik memerlukan tawa untuk menginfeksi dirinya sendiri dan mulai tertawa secara alami," jelas Nerenberg.
Kontes tertawa ini sebenarnya bukan hal yang baru. Nerenberg telah menyelenggarakan kontes tertawa di Kanada, Jepang dan negara bagian California pada tahun 2010 lalu sambil membuat film dokumenter berjudul 'Laughology'. Namun kontes yang digelar kali ini adalah kejuaraan nasional tertawa yang pertama di AS.
Nerenberg mendapat ide menggelar kontes tertawa setelah menonton salah satu episode Ultimate Fighting Championship. Ketika itu, kedua petarung saling menatap lawannya berkali-kali sebelum bertanding. Semakin lama, kedua petarung malah spontan tertawa. Keduanya tersulut tawanya lewat kontak mata dan kedekatan satu sama lain.
Walau terdengar lucu, Nerenberg yakin bahwa kontes tertawa ini bisa menjadi hal besar. Meskipun ini terbilang baru, kontes ini sebenarnya cukup menegangkan. Nerenberg menjelaskan bahwa sang pemenang tidak selalu yang terbaik, tapi 3 orang finalisnya pasti yang terbaik.
"Orang-orang ini membawa lebih banyak sukacita bagi dunia. Mereka cenderung ceria, berpikir optimis. Kami belum pernah punya pemenang yang mengalami depresi klinis sejauh ini," pungkas Nerenberg.

Post a Comment