KEDAINEWS.COM - BANDA ACEH - Ketua Umum PSSI Pusat, Djohar Arifin Husin melantik pengurus Asosiasi PSSI Aceh periode 2013-2017 yang diketuai Adly Tjalok, dan jajaran pengurus di Hall Serbaguna Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Sabtu (15/2). Pelantikan tersebut turut dihadiri Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, para undangan tingkat provinsi, dan kabupaten/kota serta diramaikan pelajar SMAN 9 Banda Aceh.
Dalam sambutannya, Djohar setuju bahwa ini merupakan hari kebangkitan sepakbola Aceh. Dirinya sangat optimis melihat wajah-wajah pengurus sepakbola Aceh, dan bertambah optimis lagi dengan kehadiran Gubernur Aceh, dan Ketua DPR Aceh. Karena sudah sepuluh daerah yang dilantiknya, hampir tak ada gubernur yang datang, kecuali Jawa Timur. “Makanya harapan kepada pengurus baru agar bisa bekerja keras untuk memajukan sepakbola Aceh kedepan,” ujar Djohar yang datang ke Aceh bersama Wakil Sekretaris Umum PSSI Pusat, Hadiyandra dan lainnya.
Menurut Djohar, pihaknya sadar bawah Aceh merupakan salah satu sumber pemain sepakbola. Makanya Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri sangat ingin datang ke Aceh untuk melihat Zulfiandi lain. Karena Aceh termasuk teratas dalam jumlah pemain di Timnas U-19 yang ada tiga orang (gelandang Zulfiandi, gelandang Hendra Sandi Guanwan, dan striker Miftahul Hamdi-red). “Inilah tugas pengurus baru agar mencari pemain-pemain yang bisa masuk Timnas U-19. Apalagi, timnas kedepan bukan hanya senior saja, tapi junior secara berjenjang umur juga dibina,” ujarnya.
Sedangkan Adly Tjalok mengharapkan agar pengurus baru bisa bersama-sama membina, dan memajukan sepakbola Aceh. Kalau ada ide bisa disampaikan, dan bila ada masalah akan diselesaikan secara musyawarah. Dirinya akan sangat terbuka dalam mengurus PSSI Aceh. Karena tak akan berhasil bila sendirian, tapi Insya Allah sangat yakin bisa memajukan sepakbola bila bekerja bersama-sama. Mudah-mudahan Aceh bisa menjadi daerah yang bisa melahirkan pemain yang bisa bermain di tingkat nasional, dan internasional. “Insya Allah dengan nawaitu (niat-red) yang bagus bisa memajukan sepakbola Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PSSI Pusat, Hadiyandra saat membacakan susunan pengurus mengoreksi bahwa semua pengurus Asosiasi PSSI se-Indonesia masa baktinya 2013-2017, termasuk di Aceh. Ini berdasarkan hasil dari keputusan dalam Kongres PSSI di Surabaya pada Januari lalu. “Jadi masa bakti semua pengurusya serentak 2013-2017,” ujarnya.
Sebagai kepala pemerintahan Aceh, dan juga sebagai seorang penggemar sepakbola yang haus akan prestasi sepakbola Aceh. Saya meminta pengurus PSSI Aceh melakukan lima hal yang saya anggap penting untuk diterapkan ke depan. Pertama memperbanyak kompetisi mulai dari desa hingga tingkat kabupaten /kota. Kompetisi juga perlu ditingkatkan di kalangan pelajar dan sekolah sepakbola. Dari sini kita akan mampu menseleksi potensi-potensi hebat yang ada di daerah untuk di didik di tingkat Provinsi.
Kedua mengasah dan membimbing mereka untuk memahami teknik sepakbola yang baik. Proses pelatihan ini bisa lewat sekolah sepakbola, diklat dan sebagainya. Ketiga memberi mereka pengalaman bertanding agar kemampuannya lebih tajam dan tidak demam panggung. Keempat memberi mereka rangsangan agar mau mengukir prestasi terbaik. Rangsangan itu bisa dalam bentuk fasilitas beasiswa atau apa saja yang bisa mendorong mereka agar lebih ambisius meraih cita-cita dari sepakbola.
Sedangkan keenam, aktif membangun kemitraan dengan pihak swata dalam rangka menggalakkan kompetisi di semua tingkatan. Saya percaya, jika lima langkah ini bisa dirancang secara komprehensif dan intensif. Insya Allah, sepakbola Aceh akan mampu berkontribusi lebih banyak untuk memajukan sepakbola nasional di kancah dunia. Pemerintah Aceh siap mendukung kerja-kerja PSSI Aceh untuk memajukan sepakbola di daerah ini. (adi)

Post a Comment