Bank of Japan (BoJ) pada Jumat (26/4), memproyeksi bahwa inflasi akan
meningkat menjadi sekitar 2 persen pada paruh kedua dalam tiga tahun ke
depan didukung rencana stimulus yang sangat besar. Kendati begitu,
analis mengatakan dugaan tersebut terlalu optimistis.
Sepertidilansir analisadailt, Sabtu 927/4/2013), data pada Jumat
menunjukkan indeks harga konsumen (IHK) mengalami penurunan kelima
beruntun untuk tingkat tahunan pada bulan Maret bahkan kejatuhan yen
baru-baru ini mendorong naiknya biaya impor.
Bank sentral yang dibebankan tahun ini untuk melawan deflasi, menahan
tawaran untuk setiap inisiatfi kebijakan baru usai Gubenur BoJ yang
baru yakni Haruhiko Kuroda telah mengejutkan pasar pada 4 April dengan
janji guna menyuntikkan sekitar $1,4 triliun dana ke dalam perekonomian
untuk mencapai target inflasi sekitar dua tahun.
Dalam laporan ekonomi semesteran, bank sentral mengestimasi bahwa
indeks harga barang inti dengan mengecualikan makanan volatil tapi
mengikutkan minyak, akan naik 1,9 persen pada tahun fiskal Maret 2016.
Jepang tampaknya akan mencapai target inflasi 2 persen pada paruh kedua
periode Maret 2016.
Estimasi itu jauh lebih tinggi dari perkiraan 10 ekonom pada sektor
swasta yang berkumpul dalam sebuah jajak pendapat pekan ini, yang
menggarisbawahi keraguan bahwa target inflasi 2 persen mampu dicapai
begitu cepat. Survei dari sejumlah ekonom menyebutkan pada periode
2015/16, inflasi hanya akan mencapai 1 persen.

Post a Comment