Headlines News :
Home » , , » Terobosan baru pelayanan kesehatan Aceh

Terobosan baru pelayanan kesehatan Aceh

Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf terbang ke India dan Malaysia demi peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit di Aceh. Kerja sama juga dijalin dengan rumah sakit di Singapura dan Australia.


TERLETAK di antara pohon-pohon palem di selatan India, nama rumah sakit itu melambung ke seantero jagat. Sejumlah media internasional seperti Al-Jazeera di Arab, atau  kantor berita AFP di Prancis, menjadikan topik tentang rumah sakit itu sebagai laporan khusus. Televisi Al-Jazeera bahkan membuat enam laporan berseri untuk menjelaskan rumah sakit ini.
Narayana Hrudayalaya, begitulah nama rumah sakit yang berdiri sejak 10 tahun lalu di Kota Bangalore, India. Pendirinya adalah dr. Devi Shetty, salah satu dokter bedah jantung yang terkenal di dunia.

Berbeda dengan rumah sakit lain, Narayana Hrudayalaya hadir dengan tekad memberikan pelayanan  kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, tetapi tetap mengutamakan kualitas.
"Narayana Hrudayalaya Hospital di Bangolore melakukan operasi jantung dengan harga termurah di dunia," tulis Economic Times seperti dikutip theindiaexpert.com
Bagaimana caranya rumah sakit Narayana menekan biaya produksi? Rumah sakit itu dibangun dengan bahan pra-fabrikasi, membatasi penggunaan AC, bahkan melatih pengunjung untuk membantu perawatan pasien. Dengan begitu, biaya operasional dapat ditekan.

Sepuluh tahun setelah didirikan, rumah sakit itu menjelma menjadi bisnis yang sukses dan menguntungkan. Namun, bukan itu yang menjadi tujuan  Devi Shetty. Yang  diinginkan lelaki berusia 58 tahun itu adalah memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau untuk semua lapisan masyarakat.

Dalam wawancara dengan Al-Jazeera, Shetty mengatakan,”Esensi kehidupan adalah membantu orang," katanya. "Kami berada dalam profesi di mana orang datang, [dan] mereka tidak datang untuk membeli mobil atau rumah atau setelan baru. Mereka datang ke sini untuk menyelamatkan hidup mereka, dan ketika mereka datang dan memberitahu kami bahwa mereka tidak memiliki uang, kita tahu jika kita menolak mereka akan mati. Jadi, jika rumah sakit tidak mampu membantu orang yang datang ke depan pintu, kami percaya bahwa mereka tidak boleh melakukan pekerjaan itu. "

Bangalore dikenal sebagai heart factory atau pabrik jantung. Ini bukan lantaran mereka punya pabrik jantung, melainkan telah berhasil melakukan operasi jantung terbanyak di dunia.
Ke rumah sakit itulah Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf  berkunjung pada 23 April lalu. Kunjungan itu tak lain untuk mewujudkan tekad Pemerintah Aceh memberi pelayanan kesehatan yang lebih baik untuk masyarakat Aceh. Selama ini, banyak pasien penderita jantung yang harus dirujuk keluar Aceh.

Itu sebabnya, Wagub Muzakir Manaf mengatakan, upaya meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Aceh sangat penting diwujudkan. “Selama ini banyak masyarakat Aceh yang bersusah payah berobat ke negeri lain. Karena itu, kita akan mempermudahnya dengan berbagai fasilitas kesehatan di Aceh. Untuk itulah, kita perlu bekerja sama dengan negara-negara lain yang memang sudah cukup bagus ilmu kesehatan maupun teknologinya,” kata Wagub.

Dalam kunjungannya, Wagub Mualem didampingi ajudannya Gamal Abdul Nasir. Bersama mereka, ikut serta Kepala Dinas Kesehatan Aceh M. Yani,  Direktur Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh Dr. Syahrul, dan spesialis bedah jantung Zainoel Abidin, Yopie Afriandi Habibie.

Di sana, Wagub Mualem menandatangani kesepakatan kerja sama untuk peningkatan pelayanan di Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh. Dari Narayana Hospital, hadir dr. Devi Shetty, sang pendiri rumah sakit yang  belum lama ini termasuk dalam 50 daftar perusahaan inovatif di dunia.

Meski tidak mengadopsi keseluruhan sistem di Narayana Hospital, kerja sama itu dipastikan dapat mendidik tenaga kesehatan yang lebih peka terhadap pasien.

Direktur Umum RSUZA dr. Syahrul mengatakan, “Misalnya, mulai Mei sampai November 2013, RSUZA akan mengirim 20 orang staf untuk training tim bedah jantung-pelayanan jantung terpadu,” katanya. “Insya Allah, November-Desember 2013 RSUZA sudah dapat melakukan bedah jantung, cateter jantung, dan tindakan bedah minimal invasif."

Selain itu, kata Syahrul, ikut dikirim juga spesialis anak, spesialis anestesi, dan perawat ICU dan ICU anak. “Saat ini, RSUZA sedang  persiapan medical equipment dan berbagai fasilitas lainnya,” kata Syahrul. “Adapun sumber biaya training ini dari Pemerintah Aceh melalui LPSDM.”

Dari India, rombongan kemudian terbang ke Kuala Lumpur. Yang dituju adalah Institute Jantung Negara Malaysia. Di sana, rombongan disambut Deputi Chief Executive Officer Prof. Dato’ Dr. Mohd Azhari Yakub, Chief Cardiothoracic Surgeon Akmal Arief Fauzi, Manager Legal & Corporate Service Mohd Mazuar bin Moh Noor, dan juga ada Senior Manager Corporate Communication Puan Aina Jamil.

Yang tak kalah menggembirakan, Rumah Sakit Institute Jantung Negara di Malaysia bersedia membantu memberikan beasiswa bagi peserta training dari Rumah Sakit Zainoel Abidin, khususnya tenaga dokter. “Pemerintah Aceh memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Malaysia dan juga kepada Institute Jantung Negara,” kata Wagub Muzakir Manaf.
Mualem berharap, kerja sama yang terjalin ini akan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh. Di samping itu, Wagub juga berharap, para dokter di Aceh akan semakin bermutu di masa depannya. “Kita berharap, pelayanan kesehatan di Aceh bisa menyejajarkan diri minimal sejajar dengan kualitas pelayanan kesehatan dengan rumah sakit di luar Aceh,” kata Wagub.

Selain dengan Rumah Sakit Narayana di India, dan Institute Jantung Negara di Malaysia, Pemerintah Aceh juga akan bekerja sama dengan Singapura Heart Centre, dan Ruyal Children Hospital di Melbourne, Australia.

Kerja sama itu membuat  Direktur Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh, Dr. Syahrul, yakin pada 2018 nanti RSUZA akan menjadi Cardiac Center – pusat jantung terpadu-- di Indonesia. Dari kerja sama ini nanti RSUZA akan mampu memberikan pelayanan jantung untuk anak dan dewasa. “Ini adalah terobosan baru bagi dunia kesehatan di Aceh. Perkembangan yang sangat pesat dalam pelayanan kesehatan akan sangat membantu masyarakat Aceh,” katanya.

Share this post :

Post a Comment

 
Design by : 7 Keajaiban Sedekah
Copyright © 2011. VoAlink.com - All Rights Reserved
Template by Creating Website
Powered by Blogger