London, - Tiga pria Inggris dijatuhi
vonis penjara atas plot untuk melancarkan serangkaian pengeboman, yang
diharapkan bisa menyamai serangan teroris 9/11 dan serangan bom London
tahun 2005. Di antara ketiga pria muslim itu, Irfan Naseer selaku
pemimpin komplotan menerima vonis paling berat, yakni hukuman penjara
seumur hidup.
Sementara tangan kanan Naseer, Irfan Khalid divonis
penjara 18 tahun dan rekannya, Ashik Ali dijatuhi hukuman bui 15 tahun
oleh hakim di Pengadilan Woolwich Crown di London tenggara.
Naseer
(31) serta Khalid dan Ali, keduanya berumur 28 tahun, telah dinyatakan
bersalah pada Februari lalu atas dakwan melakukan persiapan serangan
teroris. Mereka berencana meledakkan delapan bom di tempat-tempat ramai.
"Plot
kalian mendapat restu Al-Qaeda dan kalian berniat untuk lebih memajukan
tujuan-tujuan Al-Qaeda," kata Hakim Richard Henriques saat sidang
pembacaan putusan pada Jumat, 26 April waktu setempat seperti dilansir
News.com.au, Sabtu (27/4/2013).
Ketika orang itu berasal dari
Birmingham, Inggris tengah. Mereka diketahui sangat terpengaruh akan
ajaran-ajaran ulama radikal Al-Qaeda kelahiran Amerika Serikat, Anwar
al-Awlaki, yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Yaman
pada September 2011.
Di persidangan terungkap bahwa Naseer dan
Khalid telah pergi ke Pakistan untuk mendapatkan pelatihan terorisme.
Naseer juga membantu pemuda-pemuda lain yang pergi ke negara itu untuk
tujuan yang sama.
"Irfan Naseer merupakan pemimpin, kekuatan
penggerak dan orang yang bertanggung jawab dan dia sendiri harus
bertanggung jawab atas pengiriman empat pemuda ke Pakistan untuk
pelatihan terorisme," tutur hakim saat menjatuhkan vonis penjara seumur
hidup bagi Naseer.
Menurut jaksa, para terdakwa mengklaim
serangan-serangan bom itu akan menjadi serangan yang paling mematikan
sejak aksi pengeboman London pada 7 Juli 2005. Sebanyak 52 orang tewas
dalam peristiwa bom London yang dilakukan oleh tiga pengebom bunuh diri
di kereta bawah tanah dan seorang pengebom lainnya di dalam sebuah bus.
Bahkan Khalid mengklaim serangan itu akan sama besarnya dengan serangan teroris 11 September 2001 di Amerika Serikat.
Plot ketiga pria tersebut merupakan rencana serangan teror paling
signifikan yang terbongkar di Inggris, sejak plot 2006 untuk meledakkan
pesawat-pesawat dengan menggunakan bom-bom dalam minuman botol.

Post a Comment