Kedainews.com,
Purwokerto — Ketua Umum Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan kembali bahwa
sesuai dengan hasil rapat kerja nasional, dirinya memiliki wewenang menentukan
calon presiden dari partai, termasuk waktu penentuannya. Baginya, pemilihan umum
legislatif 9 April mendatang tidak menjadi tolok ukur utama waktu penentuan
calon presiden.
”Rakernas partai
menyerahkan keputusan penentuan (capr
Oleh karena itu, Megawati
belum tentu akan mengumumkan calon presiden dari partainya setelah pemilu
legislatif 9 April mendatang. Hingga kini, dirinya juga masih merahasiakan
waktu pengumuman capres.
Terkait alternatif nama
yang akan diajukan, Megawati mengaku bisa saja melihat nama-nama alternatif.
”Tetapi, kembali, tentunya pilihan saya itulah yang paling utama,” katanya.
Ketika ditanya
kemungkinan dirinya masih ingin mengajukan diri sebagai calon presiden,
Megawati enggan menanggapinya.
”Saya jangan dipancing
pertanyaan seperti itu,” ujarnya.
Ketua Badan Pemenangan
Pemilu PDI-P Puan Maharani menegaskan, fokus partai saat ini memenangi pemilu
legislatif. Dengan begitu, partai bisa mengajukan sendiri calon presiden.
Sementara itu, di
Jakarta, sebuah organisasi masyarakat nonpartai, Kebangkitan Indonesia Baru,
mendeklarasikan dukungan bagi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo agar menjadi capres dalam
Pemilu 2014.
Deklarasi disampaikan 26
perwakilan KIB tingkat provinsi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. ”KIB
meminta Jokowi menjadi capres karena
kita membutuhkan pemimpin yang bekerja tidak hanya dengan kata-kata, tetapi
juga dengan perbuatan,” kata Ketua Umum KIB Reinhard Parapat.
Perwakilan KIB Jambi,
Sriyanto Jamali, menyampaikan, sedikitnya 40.000 warga Jambi mendukung pencapresan Jokowi dan menginginkan Jambi bisa
menjadi seperti Solo dan Jakarta. Hal senada disampaikan Nour Payopo dari
Maluku dan Dominggus dari Nusa Tenggara Timur.
”Daripada jadi rebutan
daerah, lebih baik Jokowi jadi presiden sehingga dimiliki oleh seluruh rakyat
Indonesia,” ujar Sriyanto. (GRE/A03)

Post a Comment